Sirosis Hepatis

Standard

Oleh : NN          

     Definisi :

Sirosis hepatis adalah penyakit kronis yang menyebabkan destruksi sel dan fibrosis (jaringan parut) dari jaringan hepatic

Sirosis hepatis adalah penyakit hati kronis yang dicirikan dengan arstektur hati yang normal oleh lembar-lembar

Jaringan ikat dan nodul-nodul regenerasi sel hati, yang tidak berkaitan dengan vascular normal. (prace and Wilson,2006)

 

     Klasifikasi :

  1. Morfologi:

a. Mikronoduler – Adanya septa tipis.

b. Makronoduler – Sirosis pasca necrotic.

c. Campuran sirosis mikro dan makro noduler.

  1. Fungsional:

a. Kegagalan hati (Keluhan lemah, BB Menurun Dll).

b. Hipertensi portal terjadi :

                         – Meningkatnya resistensi portal akibat fibrosis.

                         – Meningkatnya aliran portal akibat distorsi hati.

 

 

      Etiologi :

  1. Malnutrisi
  2. Alkoholisme
  3. kegagalan jantung yang menyebabkan bendungan vena hepatika
  4. virus hepatitis
  5. penyakit Wilson

merupakan kelainan autosomal resesif yang diturunkan dimana tembaga tertimbun di hepar dan ganglia basal ota

  1. zat toksit

 

  

 

ANATOMI HATI

 

¡  berat hati 1500 gram.

¡  Metabolisme hati menghasilkan panas 20 %.

¡  Mendapat peredaran darah dari Arteri hepatica dan Vena porta.

 

     Fungsi hati

–          Mensintesa sebagian besar protein plasma, metabolisme Asam amino, Lemak, KH, Alkohol, Obat-obatan dan membuat getah Empedu.

–          Menyimpan Vit B 12 untuk kebutuhan selama 1 sampai dengan 3  Tahun dan Vit A, D, E, K.

–          Menyimpan Trigliserida sebagai cadangan Energi

     Susunan Empedu :

Hati menghasilkan Empedu 1 Liter / hari. Volume ini menyusut 10 sampai dengan 20 % setelah dipekatkan di kandung empedu.

      Garam Empedu :

  • Asam – asam Empedu yaitu asam Kholat dan Kenodioksikolat disintesa dari kolesterol.
  • Sintesa terjadi pada sel hati dengan penggabungan Taurine            Garam Na.
  • 90 % Garam Empedu yang terkonjugasi diserap secara aktif di dalam Ileum dan selanjutnya di bawa ke hati.
  • 10 % Garam Empedu lolos ke usus besar, lalu dipecah oleh bakteri menjadi Tinja.

 

Patofisiologi

 

    Radang hati                                                                     Gejala Gastro Intestinal

 

           
           
 

 

 

 

    Necrosis hati              Nyeri               Nausea, Vomit            Disfungsi Instestinal

                                                                                                          – Flatulensi

                                                               Anoreksia                           – Konstipasi

                        

                                                               Penurunan BB

 

                                                               Kelemahan                Hypoglikemi

 

                                                              Penurunan       

                                                              Metabolisme ( KH, Lemak, Prot)

 

 

    Tek. Vena Portal:

–          Ascites                                                         Penurunan Metabolisme Bilirubin

–          Hidrothoraks                                                   – Bilirubinemia (Icterus)

–          Splenomegali        Leukopeni                         – Brkrangna Empedu Pd

                                          Thrombositopeni                 sal cerna Shgg Feses mjd pucat

                                          Anemia                              – Meningkatnya Birobilinogen,

      –     Edema                                                                Shgg urine mjd gelap.

 

 
   

 

 

 

     Tek Vena Meningkat :                                        Penurunan Metabolisme hormon :

      –  Hemostasisvasculer                                          – Impotensi

         (Dilatasi vena kepala,                                       – Ginekomasti

          Tubuh bag atas/bawah)                                    – Gangguan Haid

      –  Varises esophagus                                            – Hilangnya rambut

      –  Haemoroid                                                        – Spider nevi

      –  Edema                                                               – Eritema palmaris

–  Edema

 

 

Kegagalan hati total                                         Enchephalopati hepatica

 

                                                                               Koma hepatikum

 

 

                                                                                   Kematian

Manifestasi klinis

 

  • Disebakan oleh satu/ lebuh macam kegagalan :
  • Ø Keluhan subyektif :
    1. Kegagalan parenchim hati
    2. Hipertensi portal
    3. Enchelopalophaty
    4. Ascites

–                      Tiad ada nafsu makan, mual, perut terasa tidak enak, cepat lelah.

–                   Keluhan awal : Kembung

–                   Tahap lanjut : Icterus dan urine gelap.

  • Keluhan Obyektif :
  1. Hati – Kadang terasa keras/ tumpul
  2. Limpa – Pembesaran pada limpa
  3. Perut – Sirkulasi kolateral pada dinding perut dan ascites.
  4. Manifestasi ekstra abdominal :

–          Spider nervi pada bagian atas

–          Eritema palmaris

–          Ginekomasti dan atropi testis

–          Haemoroid

–          Mimisan

 

Pemeriksaan fisik

1)      Pemeriksaan kepala

2)      Pemeriksaan mata

3)      Pemeriksaan telinga

4)      Pemeriksaan hidung

5)      Pemeriksaan mulut dan faring

6)      Pemeriksaan leher

7)      Pemeriksaan dada

8)      Pemeriksaan abdomen

 

 

Pemeriksaan Laboratorium

q             Protrombin time memanjang

q             Kadar albumin rendah

q             Peningkatan gamma globulin G.

q             Urobillin feces meningkat (n = 90 – 280 mg/hari).

q             Urobillin urine meninglkat (n = 0,1 – 1,0 erlich u/dl).

q             Kadar bilirubin direk dan indirek meningkat.

q             (Direk n = 0,1 – 0,3 mg/dl. Indirek n = 0,2 – 0,8 mg/dl).

 

     Pemeriksaan penunjang lain :

–          Radiologi

–          Esofagoskopi

–          Ultrasonografi

 

    Penatalaksanaan

Pada pasien sirosis biasanya didasarkan gejala yang ada.Vitamin dan suplemen nutrisi akan meningkatkan proses kesembuhan pada sel- sel hati yang rusak serta memperbaiki status gizi pasien.Asupan protein dan kalori yang adekuat merupakan bagian etensial dalam penanganan sirosis bersama- sama upaya untuk menghindari penggunaan alkohol.Meskipun proses fibrosis pada hati yang sirotik tidak dapat diputar balik, perkembangan kadar ini masih dapat diperhentikan atau diperlambat. (Brunner & Suddart, 2001)

 

   Komplikasi

  1. Edema dan Acites

Ketika liver kehilangan kemampuannya membuat protein albumin, air menumpuk pada kaki( edema) dan abdomen ( acites)

  1. Luka dan perdarahan

Ketika liver lambat atau berhenti memproduksi protein yang dibutuhkan tubuh untuk penggumpalan darah, penderita akan mudah luka dan berdarah.

  1. Penguningan ( Joundice)

Penguningan pada kulit dan mata yang terjadi ketika liver sakit, tidak bisa menyerap bilirubin.

  1. Batu Empedu

Jika sirosis mencegah air empedu mencapai empedu, maka akan timbul batu empedu. (Misnadiarly, 2007)

 

   Diagnosa Keperawatan

  1. Perubahan status nutrisi b/d dengan gastritis, penurunan motilita,gastrointestinal dan anoreksia
  2. Gangguan integritas kulit b/d dengan gangguan status imunologi, edema dan nutrisi yang buruk
  3. Intoleransi aktifitas b/d kelemahan
  4. Resiko tinggi injuri (perdarahan) b/d ketidaknormalan profil

darah dan gangguan absorsi vit K

  1. Gangguan volume cairan lebih dari kebutuhan tubuh b/d

terganggunya mekanisme pengaturan (penurunan plasma protein)

  1. Terbatasnya pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai proses penyakit,

prognosis dan penatalaksanaannya b/d terbatasnya informasi

  1. Gangguan rasa nyaman (nyeri) b/d pembengkakan hepar yang mengalami inflamasi hati dan bendungan vena porta.
  2. Hypertermi b/d invasi agent dalam sirkulasi darah sekunder terhadap inflamasi hepar
  3. Risiko tinggi terhadap transmisi infeksi b/d  sifat menular dari agent virus

 

    Intervensi

  1. Perubahan status nutrisi b/d , penurunan motilita,gastrointestinal dan anoreksia

1)      Pantau tanda- tanda vital setiap 4 jam dan hasil pemeriksaan fungsi hepar

Rasional: Untuk mengidentifikasi kemajuan atau penyimpangan dari hasil yang diharapkan

2)      Berikan diet tinggi karbohidrat, rendah lemak, rendah protein, rendah natrium bila kadar amonia serum meningkat atau edema dan asites terjadi. Bila masukan makanan kurang dari 30%  konsul dengan ahli diet.

Rasional: Amonia adalah produk metabolisme protein.Natrium dibatasi untuk mengontrol asites dan edema karena sifat kerja osmotic.Ahli diet adalah spesialis nutrisi yang dapat mengevaluasi status nutrisi pasien dan merencanakan makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi relative terhadap sakit

3)      Berikan makanan sedikit sebanyak 6 kali sebagai pengganti makan besar 3 kali

Rasional: Makan sedikit dan sering- sering ditoleransi lebih baik dari pada makan besar 3 kali karena terdapat distensi lambung. Mual  dapat dicetuskan oleh distensi lambung.

4)      Intruksi pasien untuk menghindari masukan alkohol

Rasional: Alkohol  adalah penyebab paling umum dari sirosi hepatis

5)      Berikan higiene oral sebelum makan

Rasional: Untuk meningkatkan nafsu makan.

6)      Berikan Antimietik yang diresepkan 30 menit makan bila mual terjadi

Rasional: Makanan ditoleransi lebih baik bila mual tidak ada

7)      Berikan obat- obatan yang diresepkan yang dapat meliputi: diuretik, agen anti diare, evakuan feses, dan sephulac

Rasional: Diuretik membersihkan kelebihan cairan tubuh dan mengontrol asites.Agen anti diare untuk mengontrol diare, sephulac menurunkan kadar ammonia serum dengan menahannya dalam usus dimana ini dikeluarkan.

  1. Gangguan integritas kulit b/d dengan gangguan status imunologi, edema dan nutrisi yang buruk

1)      Intruksikan pasien untuk mandi dengan sabun Hidroalergik ringan ( seperti: Lowilla atau Neutrogena).Berikan losion emolin diatas seluruh permukaan tubuh setelah mandi

Rasional: Kulit terirtasi yang kering lebih rentan untuk rusak.Sabun hipoalergik tidak mengeringkan kulit

2)      Bila tirah baring, implementasikankan tindakan untuk mencegah komplikasi imobilitas

Rasional: Asites dan edema meningkatkan resiko kerusakan kulit

3)      Pertahnkan kuku pendek.

Rasional: Garukan kulit edema kering meningkatkan resiko kerusakan

  1. Intoleransi aktifitas b/d kelemahan

1)      Pantau tanda- tanda vital setiap 8 jam bila status, bila sebaliknya setiap 4jam

Rasional: Untuk mengevaluasi keefektifan terapi

2)      Rencanakan aktifitas- aktifitas untuk memungkinkan periode istirahat

Rasional: Istirahat menurun kebutuhan metabolik dari hepar

3)      Pertahankan posisi semi fowler bila ada asites

Rasional: Untuk mempermudahkan pernapasa dan mengurangi ketidaknyamanan

4)      Berikan oksigen melalui kanula nasal bila dispnea menetap

Rasional: Untuk meningkatkan tegangan oksigen anterial untuk melawan hipoksia

5)      Berikan antipiretik dan antibiotic yang diresepkan

Rasional: Untuk mengatasi demam.Metabolisme meningkatkan pada demam yang menyebabkan penggunaan energi yang semestinya

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Pengarapen, Tarigan, (1998). Buku ajar ilmu penyakit dalam, Jilid I, Edisi ketiga : Balai penernit FKUI. Jakarta

Carpenito. L.J (2001). Buku saku diagnosa keperawatan, Edisi 8. EGC. Jakarta

Sylvia A. Prince, (1995). Patofisiologi konsep klinis proses penyakit, Edisi 4, Buku 1. EGC. Jakarta

Doengoes M.E. (2000). Rencana Asuhan keperawatan. EGC. Jakarta

STANDAR 18 : PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN PADA PARTUS LAMA/MACET

Standard

 

Oleh   : NN

Tujuan

 

Mengetahui dengan segera dan penanganan yang tepat keadaan darurat pada partus lama/macet.

 

 

Prasyarat

 

  1. Bidan dipanggil jika ibu mulai mulas/ketuban pecah.
  2. Bidan sudah dilatih dengan tepat dan terampil untuk :

2.1.  Menggunakan partograf dan catatan persalinan.

2.2.  Melakukan periksa dalam secara baik.

2.3.  Mengenali hal-hal yang menyebabkan partus lama/macet.

2.4.  Mengindentifikasi presentasi abnormal (selain verteks/presentasi belakang kepala )dan kehamilan.

2.5.  Penatalaksanaan penting yang tepat untuk partus lama dan partus macet.

  1. Tersedianya alat untuk pertolongan DTT termasuk beberapa pasang sarung tangan dan kateler DTT/steril.
  2. Tersedianya perlengkapan untuk pertolongan persalinan yang bersih dan aman, seperti air bersih yang mengalir , sabun dan handuk bersih, dua handuk/kain hangat yang bersih  (satu untuk mengeringkan bayi,yang lain untuk dipakai kemudian), pembalut wanita dan tempat untuk plasenta. Bidan menggunakan sarung tangan.
  3. Tersedianya partograf dan kartu ibu, Buku KIA. Partograf digunakan dengan tepat untuk setiap ibu dalam proses persalinan, semua perawatan dan pengamaatan dicatat tepat waktu. Tindakan tepat diambil sesuai dengan temuan yang dicatat pada partograf.

 

Proses

 

Bidan harus :

  1. Memantau dan mencatat secara berkala keadaan ibu dan janin, his dan kemajuan persalinan pada partograf dengan cermat pada saat pengamatan dilakukan.
  2. Jika terdapat penyimpangan dalam kemajuan persalinan (misalnya garis waspada pada partogaraf tercapai, his selalu kuat/cepat/lemah sekali, nadi melemah dan cepat, atau DJJ menjadi cepat/tidak teratur/lambat), maka palpasi uterus dengan teliti untuk mendeteksi gejala-gejala dan tanda lingkaran retraksi patologis/lingkaran Bandl.
  3. Jaga agar ibu mendapat hidrasi yang baik selama proses persalinan, anjurkan ibu agar sering minum.
  4. Menganjurkanibu untuk berjalan-jalan dan merubah posisi selama proses persalinan dan kelahiran. Jangan biarkan ibu berbaring terlentang selama proses persalinan dan kelahiran.
  5. Mintalah ibu sering buang air kecil selama proses persalinan (sedikit setiap 2 jam). Kandung kemih yang penuh akan memperlambat penurunan bayi dan membuat ibu tidak nyaman. Pakailah kateter hanya bila ibu tidak bisa kencing sendiri dan kandung kemih dapat dipalpasi. Hanya gunakan kateter dari karet. (Hati-hati bila memasang kateter, sebab uretra mudah teluka pada partus lama/macet).
  6. Amati tanda-tanda partus macet dan lama dengan melakukan palpasi abdomen, menilai penurunan janin, dan periksa dalam, menilai penyusupan janin  dan  pembakaan serviks paling sedikit tiap 4 jam selama fase laten dan aktif persalinan. Catat semua temuan pada partograf. Lihat standar 9 untuk melihat semua pengmatan yang diperlukan untuk partograf.
  7. Selalu amati tanda-tanda gawat ibu atau gawat janin, rujuk dengan cepat dan tepat jika hal ini terjadi!
  8. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir  kemudian keringkan hingga betul-betul kering dengan handuk bersih setiap kali sebelum dan sesudah melakukan kontak dengan pasien. (Kuku harus dipotong pendek dan bersih). Gunakan sarung tangan DTT/dteril untuk semua periksa dalam. Selalu menggukan teknik aseptik pada saat melakukan periksa dalam.

Periksa dengan teliti vagina dan kondisinya (jika vagina panas/gejala infeksi dan kering/gejala ketuban minimal, maka menunjukkan ibu dalam keadaan bahaya).

Periksa juga letak janin, pembukaan serviks serta apakah serviks tipis, tegang atau mengalami edema. Coba untuk menentukan posisi dan derajat penurunan kepala.

Jika ada kelainan atau bila garis waspada pada partograf dilewati persiapan rujukan yang tepat.

  • Rujuk dengan tepat untuk fase laten persalinan yang memanjang (0-4 cm): berlangsung lebih dari 8 jam.
  • Rujuk dengan tepat untuk fase aktif persalinan yang memenjang, pembukaan kurang dari  cm/jam dan garis waspada pada partograf yang telah dilewati.
  • Rujuk dengan tepat untuk kala II persalinan yang memanjang:
    • 2 jam meneran untuk primipara
      • 1 jam meneran untuk multipara
  1. Jika ada tanda dan gejala persalinan macet,gawat janin,atau tanda bahaya pada ibu,maka ibu dibaringkan miring kesisi kiri dan berikan cairan IV (Ringer Laktat).

Rujuk segera kerumah sakit. Didampingi ibu untuk menjaga agar keadaan ibu tetap baik. Jelaskan kepada ibu, suami/keluarganya apa yang terjadi dan mengapa ibu perlu dibawa kerumah sakit.

  1. Jika dicurigai adanya ruptura uteri (his tiba-tiba berhenti atau syok berat),maka rujuk segera. Berikan antibiotika dan cairan IV (Ringer Laktat), biasanya diberikan ampisilin 1 gr IM, diikuti pemberian 500 mg setiap 6 jam secara IM, lalu 500 mg per oral setiap 6 jam setelah bayi lahir.
  2. Bila kondisi ibu/bayi buruk dan pembukaan serviks sudah lengkap, maka bantu kelahiran bayi dengan ektraksi vakum (lihat standar 19).
  3. Bila keterlambatan terjadi sesudah kepala lahir (distosia bahu):
  • Lakukan episiotomi
  • Dengan ibu dalam posisi berbaring terlentang,minta ibu melipat kedua paha dan menekuk lutut  ke arah dada sedekat mungkin. (Minta dua orang untuk membantu (mungkin suami atau anggota keluarga lainnya) untuk menekan lutut ibu dengan mantap kearah dada. (Manuver Mc Robert)
  • Gunakan sarung tangan DTT/steril.
  • Lakukan tarikan kepala curam ke bawah untuk membantu melahirkan bahu depan. Hindarkan tarikan berlebihan pada kepala karena mungkin akan melukai bayi.
  • Pada saat melakukan tarikan pada kepala, minta seseorang untuk melakukan takanan suprapubis ke bawah untuk membantu kelahiran bahu. Jangan pernah melakukan dorongan pada fundus! Pemberiaan dorongan pada fundus nantinya akan dapat mempengaruhi bahu lebih jauh dan menyebabkan ruptura uteri.
  • Jika bahu tetap tidak lahir.
    • Dengan menggunakan sarung tangan DTT/steril, masukkan satu tangan kedalam vagina.
    • Berikan tekanan pada bahu anterior ke arah sternum bayi untuk mengurangi dimeter bahu.
    • Kemudian jika bahu masih tetap tidak lahir.
      • Masukkan satu tangan ke dalam vagina.
      • Pegang tulang lengan atas yang berada pada posisi posterior, lengan fleksi dibagian siku, tempatkan lengan melintang di dada. Cara ini akan menberikan ruang untuk bahu anterior bergerak di bawah simfisis pubis.
      • Mematah clavicula bahu dilakukan jika semua pilihan lain telah gagal.
  1. Isi partograf, kartu ibu, dan catatan kemajuan persalinan dengan lengkap dan menyeluruh. Jika ibu di rujuk ke rumah sakit atau puskesmas kirimkan satu copy partograf ibu dan dokumen lain bersama ibu.

 

Gejala dan tanda persalinan macet

 

  • Ibu tampak kelelahan dan lemah.
  • Kontraksi tidak teratur tetapi kuat.
  • Dilatasi serviks lambat atau tidak terjadi.
  • Tidak terjadi penurunan bagian terbawah janin, walaupun kontraksi adekuat.
  • Molding – sutura tumpang tindih dan tidak dapat diperbaiki (pantograf ++)
  • Lingkaran retraksi patologis (lingkaran bandl) timbul nyeri di bawah lingkaran Bandl merupakan tanda akan terjadi ruptura uteri.

 

 

Tidak adanya his dan syok yang tiba-tiba merupakan tanda ruptura uteri.

 

 
 

Tanda- tanda gawat ibu

  • Menigkatkan denyut nadi, denyut melemah
  • Menurunnya tekanan darah
  • Nafas cepat dan dangkal atau pernafasan melambat
  • Dehidrasi
  • Gelisah
  • Kontraksi uterus yang terlalu kuat atau terlalu sering

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

           

 

 

 

CONTOH RPP AKUNTANSI TERBARU

Standard

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )

 

 

Nama Sekolah                   : SMK MUHAMMADIYAH 01

Mata Pelajaran                   : AKUTANSI

Kelas/Semester                  : X ( sepuluh) /1

Alokasi waktu                   : 1x pertemuan

 

 

 

  1. 1.   Kompetensi                : Memahami Penyesuaian Akun Rekening .

II.  Kompetensi Dasar            : Mendeskripsikan Jurnal Pnyesuaian

III. Indikator                     :     

  1. Menjelaskan kebutuhgan terhadap penyesuaian
  2. Menjelaskan jenis-jenis penyesuaian
  3. Menjelaskan contoh jurnal penyesuaian

 

 

 

 

IV. TUJUAN PEMBELAJARAN

      Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran Siswa dapat :

  1. Menjelaskan kebutuhan terhadap penyesuaian
  2. Mennjelaskankan  jenis-jenis pnyesuaian
  3. Menjelaskan contoh jurnal penyesuaian yang ada di perusahaan dan penyesuaian neraca saldo setelah penyesuaian
  4. Melakukan koreksi atas kesalahan pencatatan

 

 

  1. V.  MATERI PEMBELAJARAN
    1. Kebutuhan penyesuaian
    2. Jenis-jenis penyesuaian
    3. Jurnal penyesuaian
    4. Koreksi dan ayat jurnal

 

VI. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

1. Metode Pembelajaran

 

               a . Kooperatif Tipe Student Teams-Achievement Divisions (Stad )

 

  1. 2.    Metode Pembelajaran

 

a. Diskusi

  1. Tanya Jawab
  2. Ceramah
  3. Tugas

 

  1. VII.           LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

 

Tahap

Aktivitas Kegiatan

Waktu

Awal

Apresiasi        

 

Memjawab pertanyaan guru yang terkait dengan penyesuaian neraca

  • Pernakah kamu mengetahwi tentang neraca ?
  • Jelas kan sewa di bayar dimuka ?

Materi

 

Menjelaskan pengertian neraca, tentang saldo pembayaran.

 

 

10 menit

 

 

 

 

Inti

 

 

 

 

 

Tahap 1 : penyajian kelas

 

  • Peserta didik menyimak penyajian yang disampaikan oleh guru mengenai pengertian neraca saldo.
  • Peserta didik menyimak penjelasan guru mengenai penyesuaian neraca saldo.
  • Peserta didik di minta untuk dapat bertanya jawab diberikan oleh guru dalam penyajian metode pembelajaran akutansi.

 

          

 

 

20 menit

Tahap 2 : kegiatan belajar kelompok

 

  • Peserta didik melakukan kegiatan belajar kelompok yang di berikan oleh guru dengan harapan setiap anggota kelompok termotivasi untuk memulai pembicaraan dalam diskusi.
  • Peserta didik mengerjakan lembar kegiatan /lembar tugas yang diberikan oleh guru.

 

 

 

 

 

15 menit

Tahap 3: pemeriksaan terhadap hasil kerja kelompok

 

  • Peserta didik mempersentasekan hasil kegiatan kelompok di depan kelas.
  • Peserta didik memperaktekkan hasik kegiatan kelompok sesuai dengan tugas yang di berikan oleh guru.

 

Tahap 4. : siswa mengerjakan soal-soal tes secara individu

 

  • Peserta didik menjawab soal tes yang diberikan oleh guru sesuai dengan kemampuannya dalam kegiatan kelompok, dan tidak di perkenan kan bekerja sama

 

 

15 menit

Tahap 5: pemeriksa hasil tes

 

  • Memeriksa hasil tes yang dilakukan oleh guru, dan membuat daftar skor peningkatan setiap individu.

 

 

10 menit

       

 

 

 

 

  1. VIII.        Sumber dan Media pembelajaran
    1. Modul akutansi, untuk tingkat SMK, kelas X,
    2. Instrument penilaian pelajaran akutansi
    3. Laporan kerja siswa yang dihasilkan dalam SIM kinerja siswa
    4. Buku referensi yang relevan

 

 

 

 

  1. Soal/ intrumen
    1. Tes uraian ( pertemuan 1)

a. Kewajiban

b.Piutang pendapatan

  1. Jelaskan pengertian pendapatan ?
  2. Apa yang di makasud dengan jurnal umum ?
  3. Apa yang dimaksud dengan jurnal penyesuaian ?
  4. Sebutkan jenis-jenis penyesuaian ?

           

 

         Soal Ulangan Harian

 

 

 

           

                                                                                    Pekanbaru, …. Maret 2012

                                                Mengetahwi,

 

      Kepala Skolah,                                                      Guru Kelas

 

 

 

 

      Yenimar, S.Pd                                                      Raudatul Jannah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mata Pelajaran            : Kewirausahaan

Tujuan                          : Menjelaskan Kebutuhan Terhadap Penyesuaian Mampu Membuat jurnal penyesuaian

Kopetensi :

Durasi pembelajaran   :

 

 

 

Subkopetensi

Kriteria Kerja

Ruang lingkup

Materi pokok pembelajaran

Sikap

Pengetahuan

Ketrampilan

  1. Merumuskan solusi masalah
  • Maslaah diidentifikasi dan dianalisis

 

  • Alternatif  solusi ditentukan berdasarkan hasil analisis
    • Masalah dan alternatif solusi nya
    • Cermat dan kreatif dalam mencari solusi
      • Pengertian Masalah
      • Tenik pemecahan masalah dan pembuatan keputusan
      • Membedakan masalah dan bukan masalah
      • Identifilasi masalah dan mencari penyebab nya
      • Menentukan dan mencari alternatif solusi
       

 

Pekanbaru 03 Maret 2012

 

Mengetahui

Kepala Sekolah                                                                                                Guru Kelas

 

 

 

           YANIMAR. S.Pd                                                                     RAUDATUL JANNAH

 

                             

 

 

 

 

 

 

 

 

AKTIVITAS BERMAIN DAN ANEKA RAGAM PERMAINAN UNTUK ANAK TK

Standard

oleh : NN

Aktifitas Bermain

  1. Asas-asas perkembangan anak

         Asas perkembangan anak itu antara lain :

  1. Perkembangan dipengaruhi oleh faktor keturunan (herodity) dan faktor lingkungan
  2. Perkembangan adalah suatu proses yang teratur dan kontinu dan berkelanjutan
  3. Tempo perkembangan tidak merata
  4. Setiap anak mempunyai tempo perkembangan sendiri
  5. Proses perkembangan seorang anak terdiri dari beberapa tahap

 

  1. Alat permainan dan bermain di TK
  2. Fungsi alat permainan/mainan

alat permainan dan bermain (toys) yang dipersiapkan di tk hendaknya berfungsi mendidik, memberi pemahaman dan melatih keterampilan serta pembiasaan

  1. Peryaratan alat permainan
    1. Setiap alat permainan hendaknya menonjolkan fungsi yang sesuai dengan usia dan taraf perkembangan anak
    2. Ukuran dan bentuknya sesuai dengan usia anak
    3. Aman dan tidak berbahaya bagi anak
    4. Menarik baik warna maupun bentuknya
    5. Awet, tidak mudah rusak dan mudah pemeliharaannya
    6. Murah dan mudah diperoleh
    7. Jumlahnya hendaknya mencukupi kebutuhan anak
    8. Kualitas harus diperhatikan, jangan sampai ada bagian-bagian tajam
    9. Alat permainan harus dapat mendorong anak untuk melakukan penemuan-penemuan baru dan melakukan berbagai eksperimen
  2. Alat permainan/manipulatik

Permainan manipulatik merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan gerakan dasar yang harus dikembangkan pada taman kanak-kanak

Alat-alat permainan manipulatik memberi kesempatan kepada anak-anak untuk :

  1. Menyesuaikan bentuk dan warna
  2. Mengkombinasikan bentuk
  3. Mengkombinasikan warna
  4. Melihat hubungan antara bentuk, ukuran, dan warna
  5. Membuka dan menutup, memsang, menyusun kembali
  6. Meronce
  7. Menyusun set mainan
  8. Tugas guru dalam pengaadaan alat-alat bermain

Memilih, mempersiapkan, mengatur alat-alat bermain yang dibutuhkan, membimbing, menguasai, menjawab pertanyaan anak dan observasi merupakan bagian dari tugas guru.

 MERENCANAKAN PENGATURAN LINGKUNGAN BERMAIN DITAMAN KANAK-KANAK

Merencanakan dan mengatur lingkungan bermain didalam dan diluar kelas penting dipahami guru tk seperti prinsip-prinsip pengaturan lingkungan dan aspek-aspek lain yang perlu dipertimbangkan.

Pengaturan lingkungan sebaiknya didasarkan pada prinsip-prinsip berikut :

  • Disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak yaitu : perkembangan fisik motorik, kognitif,sosial emosional dan bahasa
  • Dapat menstimulasi perkembangan anak dengan cara memberi kesempatan sebanyak-banyaknya kepada anak untuk eksplorasi, komunikasi aktif, interaksi sosial dan koordinasi gerakan-gerakan motorik
  • Tercipta rasa aman secara jasmani dan rohani

 MEMPERKAYA PERMAINAN DILUAR

Dengan menggunakan otot-otot kecil maupun otot-otot besar anak memperoleh penguasaan atas tubuh mereka ketika bermain dihalaman tk, halaman tempat bermain anak merupakan ruang terbuka yang memberikan banyak kesempatan pada anak melatih keseimbangan dan koordinasi anggota tubuhnya.

 LINGKUNGAN BERMAIN DIDALAM RUANGAN

Aspek-aspek sosial adari lingkungan bermain merupakan komponen penting dalam merencanakan pengaturan lingkungan di daalam ruang ditaman anak-anak, lingkungan didlam harus menyenangkan dan memberi rasa aman pada anak-anak oleh karena itu, pengaturan lingkungan didalam di tata sedemikian rupa sehingga membangkitkan minat dan rasa ingin tahu anak serta membuat anak merasa nyaman dan tenang.

 AKTIFITAS BERMAIN BALOK, PASIR DAN AIR

Aktifitas bermain balok, bermain pasir dan air merupakan aktifitas bermain yang digemari anak-anak dan banyak sekali manfaatnya bagi perkembangan anak secara totalitas

 BERMAIN BALOK

Saat bermain baalok anak-anak mengeluarkan dan menggunakan imajinasi serta keinginannya untuk menemukan agar dapat bermain dengan kreatif

 BELAJAR MELALUI BERMAIN BALOK

Balok dianggap sebagai alat bermain yang paling bermanfaat dan yang paling banyak digunakan di tk maupun lembaga pendidikan prasekolah nilai dari membangun dengan balok meliputi 4 aspek pengenbangan yaitu :

  1. Fisik motorik
  2. Perkembangan kognitif
  3. Perkembangan sosial
  4. Perkembangan emosional

 PERAN DAN TANGGUNG JAWAB GURU DALAM PERMAINAN BALOK

Berikut beberapa petunjuk yang dapat membantu guru mengoptimalkan pembelajaaran dalam permainan balok.

  1. Letakkan balok dalam rak terbuka dan dapat dijangkau anak-anak sehingga dapat dikeluarkan dan dimasukkan kembali dengan mudah
  2. Sediakan jumlah unit balok yang cukup sesuai dengan jumlah anak yang menggunakannya
  3. Sediakan waktu yang cukup untuk bermain
  4. Usahakan untuk bermain balok dilantai yang rata dengan alas karpret agar balok tidak rusak atau menimbulkan suara yang keras dan mengganggu
  5. Guru dapat memberikan stimulasi yang menantang anak untuk mencipta dengan balok-balok diantaranya dengan menyediakan alat-alat dan perlengkapan yang cukup dan menarik minat anak dan jelas dalam memberikan instruksi.

 BERMAIN AIR DAN PASIR

    1. Tahapan Bermain Pasir dan Air

Terdapat 3 tahap perkembangan bermain pasir dan air

  1. Tahap pertama

Pada tahap ini anak mengenal sifat-sifat pasir dan air, mereka menemukan bunyi titik-titik air hujan pada atap rumah dan bunyi pacaran air

  1. Tahap kedua

Anak-anak mempergunakan pengalaman dan belajar mereka untuk suatu tujuan

  1. Tahap ketiga

Anak-anak menyempurnakan hasil dari tahap-tahap sebelumnya.

 

  1. Tujuan dan manfaat kegiatan bermain pasir dan air

Permainan air dan pasir sangat bermanfaat bagi perkembangan fisik, kognitif, sosial aadan emosional anak.

  1. Eksperimen dengan pasir
    1. Membandingkan kapasitas pasur dan wadah
    2. Membandingkan berat
    3. Dengn sendok semen anak-anak menyendok sebanyak-banyaknya pasir kering kedalam ember-ember kecil mengangkutnya kesuatu tempat dan menuangkannya ke atas kertas koran untuk membuat gunung.
    4. Eksperimen dengan air
      1. Tenggelam dan mengapung
      2. Alat yang permanen seperti : clemek plastik, dan handuk, selang, bak pasir dan pel lantai dll
      3. Bahan yang harus dibeli
      4. Alat yang dibuat sendiri

ANEKA RAGAM PERMAINAN ANAK

  1. BERMAIN TERPIMPIN

Aktifitas permainan terpimpin yang dapat membantu guru menciptakan permainan antara lain :

  1. Permainan dalam lingkaran
  2. Permainan dengan alat
  3. Permainan dengan angka
  4. Permainan dengan nyanyian
  5. Permainan bentuk lomba
  6. Permainan mengasah panca indera

 

  1. Permainan dalam lingkaran
  2. Mencari teman
  3. Permainan hadap, balik, bubar
  4. Bola kurang, bola lebih
    1. Permainan dengan alat
    2. Mana sepatuku
    3. Menncari sambungan
    4. Bi…bo…creng
    5. Membuat bentuk-bentuk baru
      1. Permainan tanpa alat
      2. Permainan menjala ikan
      3. Kata polis ?
      4. Makan buat apa ?
        1. Permainan dengan angka
        2. Dengar dan lakukan
        3. Kegiatan dengan waktu
        4. Berbaris menurut angka
        5. Bermain cocok-bobokkan
        6. Cari sejumlah benda
          1. Permainan dengan nyanyian
          2. Bermain sepatu

 

  1. Permainan bentuk lomba
  2. Lomba lari menjepit bola
  3. Bola dan papan
  4. Angin puyuh
    1. Permainan panca indera
    2. Latihan mendengar dengan indera pendengaran

–       Bunyi musik

–       Benda jatuh

  1. Latihan indera peraaba

–       Kasar-halus-lembut

–       Meraba dengan kaki

  1. Latihan iindera penglihatan

–       Alatnya yaitu : papan dan benda-benda yang dapat digambar anak

–       Anak diperlihatkan benda-benda

–       Anak diminta menggambarkan benda yang baru dilihatnya dipapan tulis atau dikertas gambar

–       Waktu maksimal untuk menggambar sekitar 15 menit

  1. Latihan indera pengecap

–       Bahannya, yaitu gula, garam, kopi, jeruk, adam, cabe/saos,salak

–       Perkenalan macam-macam rasa dengan cara mencicipi bahan-bahan yang disediakan

–       Tutup mata anak lalu minta anak mencicipi bahan-bahan tersebut datu persatu dan menyebutkan namanya atau rasanya

 

 bersambung………………………………………………

 

DRAMA “GURU-GURUAN”

Standard

GURU-GURUAN

Oleh: NN


Pemeran       :

Sandrono Sebagai ( Petugas RSJ )

Rahul Sebagai (Pak Rahulok )

David Sebagai ( Davidah )

Nanda Sebagai ( Nandatuk . )

Egi Sebagai ( Egilah. )

Pada hari itu Nandatuk , Davidah, Egilah  pergi ke sekolah bersama- sama

Davidah          :  Eh! Buruan, ni dah jam 7, nanti kita terlambat!

Nandatuk        :  Tau ni Egila lagi ngikat tali sendalnya .

Egilah              :  Sepatu Begok .

Nandatuk        :  Biasa orang gagap mana bisa bilang Sepatu .

Davidah          :  tuh bisa !

Nandatuk        :  CONTOH!!

Egilah              :   Udah-udah camon kita pergi ke mall .

Davidah          :  Hah Ke mall . Kesekolah kali.

Egilah              :  oh iya itu maksud gue.

Sesampainya di sekolah Davidah, Egila, Dan Nandatuk mereka di suruh belajar di luar untuk praktek.

Pak Rahulok    :  Murid-Murid. Kita belajar di luar.

Egila                :  Eh…eh guru baru tuh!        

Nandatuk        :  Ganteng juga! Mirip kayak indra berukman.

Davidah          :  Ndak Juga Ah . Lebih mirip BanjasMerah

Pada saat itu  Mereka di ABSEN .

Pak Rahulok    :  Baik lah kita absen dulu . 1. Andica.

Egila                :  Atid Pak .

Pak Rahulok    :  2. Andici

Nandatuk        :  Permisi Pak . Dia pulang kambung.

Egilah              :  Kampung dodol .

Pak Rahulok     :  3. Davidah

Davidah          :  Hadir pak .

Pak Rahulok     :  4. Egilah

Egilah              :  Hadir Pak

Pak Rahulok     :  Nandatuk

Nandatuk        :  Hadir pak.

Pak Rahulok     :  Okeh kita perkenalan terlebih dahulu .

Pak Rahulok    : Selamat pagi semua ! Inun kabar? Luen inun? Tak celurit tak Ye

Egilah               : Aneh juga ne guru, bahasanya campursari (sambil berbisik dengan Nandatuk dan Davidah)

Pak Rahulok   : nama saya Pak rahulok ! Ha.. hah..

Pak Rahulok   : kini awak balaja apo .?

Seluruh anak  : Bahasa Indonesia Pak

Pak Rahulok    : oh iya. Ok kita akan mempelajari tentang cara membuat sambal terasi campur jengkol.

Egilah             : ih ,aneh juga ni guru (sambil berbisik dengan Nandatuk dan Davidah)

Pak Rahulok   : Pembuatan  terasi yang terutama di buat dari air kelapa yang di campurkan dengan  tanah  serta  sedikit  garam  dan  udang  yang  telah busuk! Niscaya anda akan tambah BODOH !! hahahahaha. Ada pertanyaan ?

Davidah           : o…ia bapak lulusan dari mana ?

Pak Rahulok    : Saya lulusan dari universitas Ampah Kota, hahahah……….

Nandatuk        : Maaf pak! Seingat saya di Ampah tidak ada universitas……..

Pak Rahulok   : Kalau saya bilang ada, ya ada! Gimana sih… kamu nantang saya ya?

Nandatuk        : Tidak pak, saya kan Cuma nanya, dasar orang gilaaa!

Pak Rahulok  : Bagus….bagusss, etttt…. Coba katakan sekali lagiiii!

Nandatuk       : Ampun pakkkk!!!!!!

Egilah           : Aduhhhhhhhhh……. Ne guru beneran atau nggak sihhhh(berbisik ke Joy)

Davidah         : jangan gitu gimana kalau kedengaran pak Rahulok, bisa di hukum loe

Pak Ricard     : Eh saya rasa ada yang ngomongin saya, ayo ngaku, kalian jangan macam-macam, saya punya indra ke 10 we..e..e..e

Egilah              : Makin aneh aja nih guru, paraffff

Davidah          : bukan paraffff . Saraafffff bahlul

Egilah              : Oh iya itu maksud gue itu.

P. RSJ         : Ma’af semua saya dari pihak Rumah Sakit Jiwa, saya ingin menangkap seorang yang lari dari rumah sakit jiwa, mana dia ?

Nandatuk , Davidah, Egilah pun berfikiran yang sama .bahwa pak rahulok ada lah orang gila

Egilah              : Ciri-Ciri nya gimana pak ?

P.RSJ              :Rambut nya botak, tinggi.!

Egilah              : bapak itu mungkin pak .

P.RSJ              : Iya Kamu . Come here. Okeh Kamu saya tahan . terima kasih ya anak anak yang manis

Nandatuk        : manis berarti gula dong .

P.RSJ              : Kalian gak di apa- apain kan 

Egilah              : Aduhhhhhh…….. pak parah banget deh kami masak di suruh masak terasi campur jengki

Nandatuk        : jengkol .. eh lu udah jelek dodol lagi .

P.RSJ              : Sudah semuanya . saya mau pergi .

Nandatuk        : Kemana pak .

P.RSJ              : pakai nanya pula lagi ya RSJ lah . ayok rahulok kita pergi

Pak rahulok     : Dadah anak anak  See you next stan. besok kita belajar lagi ya . kita buat sambalado campur petei ok. Seperti ini lagu nya ibelosambalado campur petei

Egilah              : Hah belajar lagi sama lu . ogah

Semuanya : ada orang nama nya siren . LO GUE END

           

Bapak itu pun pergi dan murid pun mulai jam istirahat

 

S     E     L     E     S     A     I

 

MIKROBIOLOGI

Standard

PEWARNAAN ZEILNESHEN

OLEH : NN

 

Bakteri Tahan Asam

Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi, struktur dan sifat-sifat yang khas, begitu pula dengan bakteri. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air, dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan. Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan. Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan.

Bakteri tahan asam adalah bakteri yang pada pengecatan Ziehl-Neelsen (ZN) tetap mengikat warna pertama, tidak luntur oleh asam dan alkohol, sehingga tidak mampu mengikat warna kedua. Bakteri tersebut ketika diamati dibawah mikroskop tampak berwarna merah dengan warna dasar biru muda. Terdapat lebih dari 50 spesies Mycobacterium, antara lain banyak yang merupakan saprofit.

Mycobacterium tuberculosis merupakan bakteri tahan asam, berbentuk batang dan bersifat aerob obligat yang tumbuh lambat dengan waktu generasi 12 jam atau lebih. Mycobacterium tuberculosis menyebabkan tuberculosis dan merupakan patogen yang berbahaya bagi manusia. Mycobacterium leprae menyebabkan lepra. Mycobacterium avium-intracellulare (kompleks M. avian) dan mikobakteria apitik lain yang sering menginfeksi pasien AIDS, adalah patogen ortunistik pada orang-orang dengan fungsi imun yang terganggu lainnya, dan kadang-kadang menyebabkan penyakit pada pasien dengan sistem imun yang normal.

Sumber penularan adalah penderita TB yang dahaknya mengandung kuman TB hidup (BTA positif). Infeksi kuman ini paling sering disebarkan melalui udara (air borne, droplets infection). Penyebaran melalui udara berupa partikel-partikel percikan dahak yang mengandung kuman berasal dari penderita saat batuk, bersin, tertawa, bernyanyi atau bicara. Partikel mengandung kuman ini (berukuran diameter 1-5 µm) akan terhisap oleh orang sehat dan menimbulkan infeksi di saluran napas.
Terdapat beberapa macam bahan spesimen dalam pemeriksaan laboratorium tuberkulosis yaitu:
Ø Sputum (dahak), harus benar-benar dahak bukan ingus juga bukan ludah.
Ø Air kemih pagi hari, pertama kali keluar merupakan urin pancaran tengah.
Ø Air kuras lambung, umumnya anak-anak atau penderita yang tidak dapat mengeluarkan dahak.
Ø Bahan-bahan lain, misalnya nanah, cairan cerebrospinal, cairan pleura, dan usapan tenggorokan.
Pewarnaan kuman BTA dapat dilakukan dengan 3 macam pewarnaan yaitu Ziehl-Neelsen, Tan Thiam Hok (Kinyoun-Gabbett) dan Auramin–phenol fluorochrome. Umumnya pewarnaan Ziehl-Neelsen dan Tan Thiam Hok yang sering digunakan. Hasil yang didapat disamakan dengan penilaian IUATLD (International Union Against Tuberculose Lung Diseases)

v Pembuatan Sediaan Apus Sputum
1. Ose dipanaskan di atas api spirtus sampai merah dan didinginkan.
2. Sputum disiapkan (hati-hati, hindari droplet/percikan sputum), diambil sedikit dari bagian yang kental dan berwarna kuning kehijauan (purulen) menggunakan ose.
3. Sputum dioleskan secara merata (seperti obat nyamuk) pada objek glass (dengan ukuran 2×3 cm).
4. Ose yang telah digunakan dimasukkan ke dalam alkohol sambil digoyang-goyangkan sampai sisa-sisa sputum bersih, kemudian dibakar.
5. Sediaan yang telah dibuat dikeringkan di udara terbuka sekitar 15-30 detik, jangan sampai terkena matahari langsung.
6. Sediaan diambil dengan pinset dan difiksasi selama 3-5 menit.
v Pewarnaan/Pengecetan

Ziehl-Neelsen
1. Sediaan yang telah kering dilakukan fiksasi 5 menit.
2. Sambil difiksasi, digenangi dengan carbol fuchsin 0,3%, dipanaskan di atas pembakar spirtus sampai menguap tetapi jangan sampai mendidih atau kering selama 5 menit.
3. Dicuci dengan air mengalir dan dikeringkan.
4. Warna merah dilarutkan pada sediaan sampai bersih dengan 3% alkohol-asam.
5. Dicuci dengan air mengalir dan dikeringkan.
6. Digenangi dengan larutan methylen blue selama 20-30 detik.
7. Dicuci dengan air mengalir dan dikeringkan.
8. Diamati di bawah mikroskop cahaya.
b. Pembacaan dan Penilaian

Pembacaan
1. Sediaan yang telah kering ditetesi minyak imersi, dilihat dengan mikroskop dengan pembesaran 100 kali.
2. Dicari dengan adanya batang panjang atau pendek yang berwarna merah dengan latar belakang berwarna biru.

Penilaian
1. BTA negatif : apabila dalam 100 LP atau 15 menit pengamatan tidak dijumpai adanya BTA.
2. BTA positif : apabila dalam pengamatan dijumpai adanya BTA. BTA posiif apabila dibuat sediaan langsung dan diwarnai dengan Ziehl-Neelsen atau Kinyoun Gabbert maka dapat dilakukan penilaian sebagai berikut :
Penilaian menurut IUATLD (International Union Against Tuberculose Lung Diseases)
Ø Negatif : Tidak dijumpai adanya BTA.
Ø Positif : Ditemukan 1-9 BTA/100 LP.
Ø Positif 1 : Ditemukan 10-90 BTA/100 LP.
Ø Positif 2 : Ditemukan 1-10 BTA/1 LP.
Ø Positif 3 : Ditemukan lebih dari 10 BTA/1 LP.

Mycobacterium tuberculosis, pertama kali ditemukan oleh Robert Koch tahun 1882, termasuk Ordo Actinomycetales Familia Mycobacteriaceae, Genus Mycobacterium dan mempunyai banyak spesies. Penyakit yang ditularkan oleh basil tersebut dikenal dengan sebutan TBC atau Tb-paru. Kuman TBC masuk ke paru-paru melalui pernafasan (aerosol) (Girsang, 2002).

Bakteri-bakteri dari genus Mycobacterium dan spesies-spesies tertentu dari genus Nocardia mengandung sejumlah besar zat lipoid (berlemak) di dalam dinding-dinding selnya. Hal ini mengakibatkan dinding sel tersebut relatif tidak permeable terhadap zat-zat warna yang umum sehingga sel-sel bakteri tersebut tidak terwarnai oleh metode-metode pewarna biasa. Kedua genus tersebut mengandung spesies-spesies yang patogenik bagi manusia. Bakteri yang paling dikenal diantaranya adalah M. tuberculosis, penyebab penyakit tuberculosis dan M. leprae penyebab penyakit lepra. Menunjang diagnosis penyakit-penyakit tersebut, bakteri penyebabnya harus dapat diisolasi dari spesimen si sakit dan dibuat tampak serta mudah dibedakan dengan bakteri-bakteri yang lain. Akibat sifat dinding selnya yang demikian itu maka untuk memenuhi tujuan tersebut harus digunakan pewarna khusus (Hadioetomo, 1993).

Teknik pewarnaan khusus itu disebut juga pewarnaan tahan asam, mula-mula dikembangkan oleh Paul Ehrlich pada tahun 1882 ketika meneliti M.tuberculosis. Prosedur pewarnaan yang umum digunakan pada masa kini merupakan hasil perbaikan teknik Ehrlich yang asli, yaitu pewarna Ziehl-Neelsen, dinamakan menurut kedua orang peneliti yang mengembangkannya pada akhir 1800-an. Prosedur ini menggunakan pewarna utama dengan pemanasan, dan biru metilena Loeffler sebagai pewarna tandingan. Modifikasi teknik ini yang berkembang kemudian, perlakuan panas diganti dengan penggunaan pembasah (suatu deterjen untuk mengurangi tegangan permukaan lemak) untuk menjamin penetrasi, pewarna yang mengandung bahan pembasah ini disebut pewarna Kinyoun (Hadioetomo, 1993).

Sekali sitoplasma terwarnai, maka sel-sel organisme seperti mikobakteri menahan zat warna tersebut dengan erat, artinya tidak terpucatkan sekalipun oleh zat yang bersifat keras seperti asam alkohol (yaitu 3% HCL dalam etanol 95%). Alkohol asam ini merupakan pemucat yang sangat intensif dan jangan dikelirukan dengan alkohol-aseton yang banyak digunakan dalam prosedur pewarnaan Gram. Kondisi pewarnaan ini, organisme yang dapat menahan zat warna itu dikatakan tahan asam dan tampak merah. Bakteri biasa yang dindingnya tidak bersifat terlampau lipoidal, pewarna karbol fuksin yang mewarnai sel dapat dengan mudah dipucatkan oleh alkohol-asam dan karenanya dikatakan tak tahan asam. Tercucinya karbol fuksin dapat diperagakan oleh terserapnya pewarna tandingan biru metilen oleh sel, sehingga bakteri tersebut tampak biru (Hadioetomo, 1993).

Pewarnaan Ziehl Neelsen menurut Kurniawati 2005, larutan carbol fuchsin 0,3% dituang pada seluruh permukaan sediaan, kemudian dipanaskan di atas nyala api sampai keluar asap tetapi tidak sampai mendidih atau kering selama 5 menit. Sediaan kemudian dibiarkan dingin selama 5-7 menit lalu kelebihan zat warna dibuang dan dicuci dengan air yang mengalir perlahan. Setelah itu larutan asam alkohol 3% (hydrochloric acid-ethanol) dituang pada sediaan dan dibiarkan 2-4 menit kemudian dicuci dengan air mengalir selama 1-3 menit, kelebihan larutan dibuang. Larutan methylene blue 0,1% dituang sampai menutupi seluruh permukaan, dibiarkan 1 menit lalu larutan dibuang dan dicuci dengan air mengalir.

Pewarnaan Ziehl-Neelsen akan menampakkan bakteri tahan asam yang berwarna merah dengan latar berwarna biru. Bakteri tahan asam akan mempertahankan warna pertama yang diberikan. Hasil yang didapat adalah terdapatnya bakteri tahan asam.

Mycobacterium tuberculosis memiliki ciri khas yaitu dalam jaringan, basil tuberkel merupakan batang ramping lurus berukuran kira-kira 0,4×3 µm. Perbenihan buatan, terlihat bentuk kokus dan filamen. Mikobakteria tidak dapat diklasifikasikan sebagai Gram positif atau Gram negatif. Sekali diwarnai dengan zat warna basa, warna tersebut tidak dapat dihilangkan dengan alkohol, meskipun dibubuhi iodium. Basil tuberkel yang sebenarnya ditandai oleh sifat tahan asam misalnya 95% etil alkohol yang mengandung 3% asam hidroklorida (asam alkohol) dengan cepat akan menghilangkan warna bakteri kecuali mikobakteria. Sifat tahan asam ini tergantung pada integritas struktur selubung berlilin. Teknik pewarnaan Ziehl-Neelsen dipergunakan untuk identifikasi bakteri tahan asam. Dahak atau irisan jaringan, mikobakteria dapat diperhatikan karena memberi fluoresensi kuning-jingga setelah diwarnai dengan zat warna fluorokrom (misalnya auramin, rodamin) (Annonimous, 2008).

Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi, peluntur warna, substrat, intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup (Dwidjoseputro, 1994). Zat warna adalah senyawa kimia berupa garam-garam yang salah satu ionnya berwarna. Garam terdiri dari ion bermuatan positif dan ion bermuatan negatif. Senyawa-senyawa kimia ini berguna untuk membedakan bakteri-bakteri karena reaksinya dengan sel bakeri akan memberikan warna berbeda. Perbedaan inilah yang digunakan sebagai dasar pewarnaan bakteri (Sutedjo, 1991).

Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan 3 spesimen sputum Sewaktu Pagi Sewaktu (SPS). Pelaksanaan pengumpulan sputum SPS yaitu :
1. S (sewaktu), sputum dikumpulkan pada saat suspek TB datang pertama kali. Saat pulang suspek membawa sebuah pot sputum untuk sputum hari kedua.
2. P (pagi), sputum dikumpulkan di rumah pada pagi hari kedua segera setelah bangun tidur.
3. S (sewaktu), sputum dikumpulkan di UPK pada hari kedua saat menyerahkan sputum pagi.
Sediaan dilihat di bawah mikroskop dengan pembesaran 100 kali dengan meneteskan minyak emersi tanpa menyentuh sediaan untuk mencegah transfer BTA antar sediaan. Pelaporan jumlah BTA sesuai dengan skala IUATLD (International Union Againts Tuberculosis and Lung Diseases) yaitu :
• Negatif (-), tidak ada BTA dalam 100 lapangan pandang.
• Meragukan (ditulis jumlah kuman yang ditemukan), 1-9 BTA dalam 100 lapangan pandang.
• Positif 1 (+), 10 – 99 BTA dalam 100 lapangan pandang
• Positif 2 (++), 1-10 dalam 1 lapangan pandang minimal dibaca 50 lapang pandang.
• Positif 3 (+++), >10 BTA dalam 1 lapangan pandang minimal dibaca 20 lapang pandang (Saad, 2005).
Biakan perbenihan untuk biakan primer mikobakteria sebaiknya meliputi perbenihan nonselektif dan perbenihan selektif. Perbenihan selektif mengandung antibiotik untuk mencegah pertumbuhan berlebihan bakteri dan jamur. Terdapat tiga formulasi umum yang dapat dipergunakan untuk perbenihan selektif maupun nonselektif (Annonimous, 2008).

Sifat-sifat pertumbuhan mikobakteria adalah aerob obligat dan mendapat energi dari oksidasi berbagai senyawa karbon sederhana. Kenaikan tekanan CO2 meningkatkan pertumbuhan. Aktivitas biokimianya tidak khas, dan laju pertumbuhannya lebih lambat dari kebanyakan bakteri lain. Waktu penggandaan basil tuberkel adalah sekitar 12 jam. Bentuk saprofit cenderung tumbuh lebih cepat, berkembangbiak dengan baik pada suhu 22-23oC, menghasilkan lebih banyak pigmen, dan kurang tahan asam dari pada bentuk yang patogen (Annonimous, 2008).

Reaksi terhadap faktor fisik dan kimia mikobakteria cenderung lebih resisten terhadap faktor kimia dari pada bakteri yang lain karena sifat hidrofobik permukaan selnya dan pertumbuhan bergerombol. Zat-zat warna (misalnya hijau malakit) atau antibiotika (misalnya pinisilin) yang bersifat bakteriostatik terhadap bakteri lain dapat dimasukkan ke dalam perbenihan tanpa menghambat pertumbuhan basil tuberkel. Asam dan basa memungkinkan sebagian basil tuberkel yang terkena tetap hidup, sifat ini dipergunakan untuk memekatkan bahan pemeriksaan dari klinik dengan membunuh sebagian organisme lain yang mengkontaminasi. Basil tuberkel cukup resisten terhadap pengeringan dan dapat hidup lama dalam dahak yang kering (Annonimous, 2008).

Assalamu’alaikum wr.wb

Standard

ikhtiar tetap dan bersyukur kepada_Nya semoga tetap tercurah keselamatan kepada Nabi-Nya……

mencoba untuk belajar tidak ada istilah terlambat  ibarat lomba lari, orang udah hampir finish kitanya baru mo star…no problem…yang penting niat kita duluan finish dari orang yang mo finish…hehee…..

begitulah gambaran saya, mengenai blog ini…saya belum mengerti betul tentang “blog”  karena saya baru mulai belajar memahaminya.. selama ini gak sempat…sibuk  zikir…..tau-taunya “gaptek”….tapi gak malu …

untuk para “ahli” blog mohon partisipasi bimbingannya…dan jangan marah kalo ada yang merasa dirugikan karena merasa di “plagiat” hasil karyanya….

ntar kalo saya dah ” ahli” juga seperti sodara-sodara….atau lebih mahir lagi….tukerin ilmu, kita…. gimana? setuju khan!  bukankah mengajar seseorang yang tidak tau lalu  dianya menjadi tau adalah perbuatan yang baik dan besar balasan pahalanya yang bisa mengantarkan seseorang itu masuk ” surga”.

sayapun nak upload tugas saya sehari-hari juga di sini, kalo ada yang merasa berguna untuknya, silhkan diambil….gratis….hehehhe….

 

thank you banyak-banyak….

salam,

pakgurusani